Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Srono Dampingi Survei Irigasi Perpompaan di Sukonatar

BANYUWANGI — Dalam upaya mengoptimalkan sektor pertanian dan memastikan pasokan air bagi lahan produktif, Koptu Nurhadi, Babinsa Desa Sukonatar dari Koramil 0825-08/Srono, menghadiri sekaligus mendampingi langsung kegiatan survei Irigasi Perpompaan (IRPOM).

Kegiatan peninjauan yang diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung di Dusun Gemawang, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2026) siang.

Survei yang dimulai sekira pukul 10.30 WIB tersebut difokuskan pada peninjauan titik lokasi serta pendataan teknis IRPOM. Program ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pengairan sawah, khususnya bagi kelompok tani setempat di tengah tantangan perubahan iklim.

“Pendampingan ini merupakan komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya jajaran Babinsa, untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” ujar Koptu Nurhadi dalam keterangan tertulisnya kepada Dandim 0825/Banyuwangi, Sabtu.


Sinergi Lintas Sektor di Lapangan

Pantauan di lokasi, agenda survei lapangan ini berjalan solid dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders) sektor pertanian.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:

  • Koptu Nurhadi (Babinsa Desa Sukonatar)

  • Vina Dwi Puspitasari, S.P. (Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL)

  • Jafar (Koordinator Tim Survei Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi)

  • Dahono (Ketua Kelompok Tani ‘Tani Makmur’)

  • Lukman (Petugas Pengatur Air/Jokotirto)

Kerja sama dinamis antara Dinas Pertanian, PPL, aparat kewilayahan, hingga pengurus desa seperti Jokotirto, diharapkan dapat mempercepat validasi data sehingga realisasi bantuan atau perbaikan sistem irigasi pompanisasi bisa tepat sasaran.

Hingga seluruh rangkaian peninjauan selesai dilaksanakan, situasi di lokasi terpantau berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hasil pendataan dari tim survei ini selanjutnya akan dilaporkan ke tingkat komando atas dan dinas terkait guna tahapan pemanfaatan infrastruktur pertanian berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *